Solo, CyberNews. Penyerangan sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar oleh oknum polisi, memantik simpati dari anggota HMI di berbagai daerah. Di Solo, aktivis HMI Surakarta mendatangi mapoltabes dan berunjuk rasa di halaman mapoltabes, Jumat (5/3) siang. Mereka mengutuk keras tindakan oknum polisi yang menyerang dan merusak sekretariat HMI Makassar hingga rusak berat.
Yang menarik, Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Joko Irwanto yang memantau aksi itu dihadiahi bantal berbentuk hati dengan tulisan “I Love You” di penghujung aksi. “Ini bentuk, bahwa kami cinta dan menyayangi polisi,” kata Eka Nada Shofa Alkhajar, Ketua Umum HMI Surakarta, saat menyerahkan bantal itu kepada Kapoltabes. “Kita seperjuangan. Jangan sampai kita diadu domba dengan warga, dengan polisi,” tuturnya.
Usai menerima tanda cinta, Kapoltabes memeluk aktivis itu. Namun orang nomor satu di jajaran Poltabes itu tidak menyampaikan pernyataan dalam aksi yang mengecam tindakan oknum polisi di Makassar tersebut, meskipun sudah diminta oleh para aktivis.
Dalam aksi simpatik sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis HMI Makassar, massa bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyatakan, unjuk rasa di halaman mapoltabes itu bukan untuk menyalahkan Polri secara institusi atas peristiwa di Makassar.
“Kami tidak menyalahkan polisi. Kami menyalahkan oknum yang melakukan tindakan perusakan. Kami tidak ingin peristiwa seperti itu terjadi di Solo. Kami menolak anarkisme. Kami menuntut pengusutan terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang sudah merusak sekretariat HMI Makassar,” teriak salah satu aktivis dalam orasinya. Aktivis lain menyebutkan, mahasiswa dan polisi mestinya bersahabat. “Polisi adalah pengayom masyarakat. Mahasiswa mengemban amanah sebagai penyambung lidah rakyat,” tandasnya.
Dalam unjuk rasa itu, HMI Surakarta menyampaikan sejumlah poin pernyataan sikap terkait peristiwa Makassar. Disampaikan Eka Nada Shofa, poin pernyataannya adalah mengutuk segala bentuk aksi represif aparat terhadap gerakan mahasiswa dan mengecam insiden anarkisme dan premanisme yang terjadi di Makassar.
“Kami menuntut kepada Kapolri agar mengusut tuntas insiden Makassar dan menindak tegas oknum yang bertanggung jawab dalam insiden itu. Kami mengajak seluruh pihak untuk menghilangkan segala bentuk arogansi,” tegasnya.
( Irfan Salafudin / CN12 )
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/03/05/48578/Kapoltabes-Dihadiahi-Bantal-Cinta-












