Archive | Kelakar

Penyakit Ku

Posted on 10 September 2009 by dannur27

sudah sekitar 9 tahun ini ada penyakit yang pernah aku derita, mungkin orang lain juga pernah mengalami atau mungkin tengah mengalami, penyakit itu adalah gak bisa tidur atau biasa orang lain menyebutnya dengan insomnia (ilmu kedokteran mungkin).

sebenarnya, selama ini penyakit itu terasa sangat menyiksaku, bahkan aku sering tulis di posting di facebook, kalau aku pengen tidur tapi gak pernah tidur, namun ada beberapa orang yang menyatakan, kalau penyakit tersebut ada ketika kita punya masalah yang sangat dalam dan kita terpuruk oleh masalah itu.

ada juga yang menyebutkan, kalau itu merupakan penyakit kebiasaan, ya aku pikir itu emang iya juga sih, kalo aku dari usia 14 tahun aku jarang tidur malam, biasanya aku tidur sekitar pukul 03 pagi atau malah gak tidur sampai siang hari lagi.

ada dua kemungkinan, penyebab kenapa penyakit ini melanda diriku, apakah karena faktor kebiasaan atau malah emang aku kena penyakit yang namanya insomnia itu???

aku anggap teman-teman pengurus blogger himpunan mahasiswa islam

mau tidur

mau tidur

ini juga ada sebagian yang punya penyakit yang sama dan mungkin sudah sembuh, jadi kalau bisa kasihkan ya apa obatnya sehingga sudah sembuh, tapi kaloi belum sembuh juga ya nikmati aja.

pengen banget sembuh euy… saya gak tahan dengan keadaan ini, karena kata orang tidur itu enak banget…!!!

eh lagi belajar nulis cepat nih, kalo ada kesalahan mohon di koreksi, tapi komentarnya hanya bersangkutan dengan judul ya, bukan malah komentar karena tulisannya jelek. (ah gak jelek2 amat udah bagus ko tulisannya… dari pada gak nulis)

hehehehehehehehehehehehehehe…..!!!

Comments (0)

Tags:

HMI dan Surat Undangan Salah

Posted on 07 September 2009 by ressay

Seorang kawan yang kebetulan menjabat sebagai Sekretaris Umum di HMI Cabang Surakarta menceritakan pengalaman lucunya yang baru saja ia alami. Sebut saja namanya AM.

Ceritanya berawal dari surat undangan yang AM buat dan sebarkan ke HMI Komisariat dalam lingkup HMI Cabang Surakarta.

Selepas menyebarkan undangan tersebut, datanglah seorang wanita berparas cantik yang merupakan salah satu pengurus HMI Komisariat di Surakarta. Anggaplah namanya IW. Dengan membawa secarik kertas undangan ditangannya, ia “memprotes” AM.

Memang, selama di HMI, aku dibiasakan untuk selalu mengkritisi undangan yang aku terima. Jika ada kesalahan, aku kembalikan undangan tersebut. Mungkin termasuk IW juga telah dibiasakan seperti itu. Sehingga ketika ia melihat sedikit saja kesalahan dalam undangan yang ia terima, ia tergerak untuk mengkritisi dan mengembalikannya.

IW menuturkan bahwa undangan yang diberikan kepadanya ada sedikit kesalahan. Tanggal yang seharusnya 12 Rabiul Awwal, ternyata tertulis 13 Rabiul Awwal. Kebetulan AM memberikan undangan tersebut pada tanggal 12 Rabiul Awwal pukul 16.30 WIB.

Dengan santainya, AM menerima kritikan dari IW. AM berusaha bertanya kepada IW, “Bukankah penanggalan hijriah itu mulai waktu maghrib?” IW pun spontan mengiyakan.

“Ok, sekarang surat yang kamu kembalikan ini aku terima. Tetapi saat ini juga, aku kasih ke kamu lagi,” kata AM sambil tersenyum.

“Lho kok bisa?” tanya IW penasaran.

“Ya iyalah, khan tadi katanya penanggalan hijriah itu dimulai waktu maghrib. Nah, berhubung sekarang sudah maghrib, berarti bener donk surat undangan yang aku buat, 13 Rabiul Awwal.” jawab AM. Kebetulan IW mendatangi AM di Mabes HMI Cabang Surakarta, pada saat waktu maghrib.

Dengan keadaan tersipu malu, IW pun meminta izin pamit.

Kepada IW, sorry ya aku dah nulis ini. Abis, bete ndak ada yang mau ditulis.

Comments (3)

Happy ye ye ye happy ya

Posted on 03 September 2009 by fafa

Happy ye ye ye happy ya…

saya pilih HMI saja

Siang jadi kenangan

Malam jadi impian

Cintaku, semakin mendalam

Happy ya ya ya happy ye…

Aku pilih HMI wae

Awan dadi kenangan

Bengi dadi impian

Tresnaku soyo luwih gedhe

zhafran-ummu zhafran-eyang zhafran

zhafran-ummu zhafran-eyang zhafran

Saya tidak yakin benar, apakah syair lagu di atas masih beredar di kalangan para kader  HMI atau tidak, karena sepengetahuan dan seingat saya, selama kuliah dan berkecimpung di HMI, lagu ini sekalipun tak pernah ‘mampir’ ke telinga saya.

Lagu ini saya kenal jauh sebelum saya menyandang predikat mahasiswa, jauh sebelum saya menginjakkan kaki di kota Jember untuk kuliah, bahkan jauh sebelum saya mengenal suami saya yang saat saya menjadi mahasiswa baru, ia tengah berada di puncak karir sebagai ketua umum komisariat (idiiihh…segitu amat….)

Lagu ini justru menjadi syair pengantar tidur ketika saya, dan saudara saya yang lain masih berada dalam masa kanak-kanak. Yang bersenandung? siapa lagi kalau bukan ibunda tercinta.

Tak perlu dulu paham arti dari tiap syair yang terucap, dari nadanya yang semestinya riang tapi karena ibu yang menyanyikannya mendayu-dayu, kami lebih mudah tertidur. Toh, seiring bergulirnya waktu, kami juga memiliki rasa ingin tau yang besar tentang segala sesuatu, tak terkecuali tentang syair lagu itu dan kesempatan ibu untuk mengawali sebuah cerita panjang yang bersambung hingga kami dewasa pun terbukalah…

“HMI itu organisasi yang menempa ibu menjadi pribadi yang lebih kuat,tangguh, paham aturan main, dan lebih  memahami Islam lebih dalam sewaktu ibu kuliah dulu…”, demikian cerita pembuka yang disampaikan ibu. Selanjutnya, hari demi hari, cerita itu senantiasa berkelanjutan. Saya tak pandai menguraikan setiap kata dan kalimat yang disampaikan oleh ibu saya, dengan gaya bahasanya yang gamblang dan lugas, sebagaimana saya tak pandai bercerita tentang Si Kancil yang Nakal Karena Mencuri Buah Timun atau Jaka Tarub yang mencuri selendang salah satu bidadari yang mandi di sungai.

Secara singkat, yang dapat saya tangkap dari cerita ibu, HMI dulu dengan HMI sekarang memang sudah banyak sekali perubahan. Satu contoh yang paling mendasar, kalau dulu nggak perlu ditanya tentang loyalitas, kesediaan diri masuk HMI secara sadar pun sudah menjadi jaminan kesetiaan, “lha dulu yang dihadapi kan PKI, kalau sudah berangkat ke kampus, nggak tau deh…bisa pulang selamat atau tidak ke rumah…”,begitu kira-kira suasana mencekam yang menggambarkan nuansa keorganisasian HMI di tahun 60-an. Sekarang, sudah melalui latihan kaderpun, tingkat loyalitas masih diragukan. Yah, memang segala sesuatunya kembali pada niat masing-masing pribadi dan akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan.

Saya tak berniat menyampaikan apa saja yang telah diceritakan ibu kepada saya tentang HMI, yang ingin saya titik tekankan bahwa sedemikian berpengaruhnya HMI bagi ibu, disadari atau tidak segala sesuatu menjadi perilaku menyeluruh yang kemudian memberi nilai-nilai kehidupan dan pengajaran bagi proses tumbuh kembang kami.

Artinya, berproses di HMI, tidak sekadar mengisi waktu dengan mencari kegiatan yang bermanfaat di organisasi, hanya semasa di bangku kuliah saja. Toh, sebuah keluarga (jika para kader HMI telah menikah kelak) adalah unit organisasi terkecil di dalam masyarakat?! mengajarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan keorganisasian HMI ketika sudah berumah tangga,mengapa tidak?!

Maka, menjadi sangat lucu ketika suatu ketika saya bertemu dengan salah seorang alumni yang sudah lama tak bersua dan sekarang menjadi saudagar bertanya kepada saya, “Apakabar, apa nih kegiatan sekarang?!”, ringan saja saya menjawab, “Ya…nggak jauh-jauh dari para aktivislah…”, eh dia balik berkomentar, “Waduh…dari dulu sampai sekarang masak masih seperti di HMI saja sih…”

Lantas, sesuatu yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat, tidak dikembangkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, hanya stag setelah menyandang gelar sarjana? apa artinya?!

Dilain kesempatan, ada lagi alumni yang berkomentar “aduh…sudah lama tidak berbicara didepan umum, agak susah nih kalau diminta ceramah…” haduuh…haduuhh…bagaimana ini, mengapa kesuksesan dan kejayaan hanya menjadi milik masa lalu ya…???? Padahal, sepengetahuan saya, kalau sudah ngaku aktivis, kalau sekadar diminta berbicara, kapanpun dan dimanapun mestinya selalu siap. Ya…mudah-mudahan sih hanya segelintir saja, jangan sampai pada umumnya dan sebagian besar kader. Bisa gawat!!!

Comments (2)

Tags: ,

Selamat Datang, Selamat Bercerita!

Posted on 01 September 2009 by satrianugraha

Transformasi ide, katanya, canggih! Ada banyak orang pintar bercerita. Kader HMI? Tak usah ditanya lagi, bisa lihat bagaimana warung kopi ditongkrongi dengan cerita yang tak habis-habis.

Dari yang paling tua sampai yang paling junior. Semua diceritakan. Saya sendiri sering lupa waktu kala harus bercerita. Dan cerita tidak pernah habis, kadang kita menceritakan sesuatu yang sama, dengan perasaan yang berbeda, saat diceritakan kepada orang yang baru.

Continue Reading

Comments (0)

Gabung Dengan Komunitas Blogger HMI di Facebook
PBHMI.Org on Facebook
Advertise Here

Bagde

Muslim Blogs - BlogCatalog Blog Directory Join My Community at MyBloglog! 6xd4eun9mf Blog Directory Add to Technorati Favorites