Archive | HMI News

Tags: , , , , , ,

Dua Prinsip Umum dalam Menganalisa Konflik HMI dan Polisi

Posted on 10 March 2010 by ressay

Tidak ada asap jika tidak ada api. Begitulah pepatah yang pas untuk menggambarkan konflik yang terjadi antara mahasiswa dan oknum polisi di Makassar sana. Selama 1 minggu ini, hampir seluruh televisi dan surat kabar memberitakan konflik yang terjadi disana. Continue Reading

Comments (0)

Tags:

Kapoltabes Dihadiahi Bantal Cinta

Posted on 07 March 2010 by ressay

Solo, CyberNews. Penyerangan sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar oleh oknum polisi, memantik simpati dari anggota HMI di berbagai daerah. Di Solo, aktivis HMI Surakarta mendatangi mapoltabes dan berunjuk rasa di halaman mapoltabes, Jumat (5/3) siang. Mereka mengutuk keras tindakan oknum polisi yang menyerang dan merusak sekretariat HMI Makassar hingga rusak berat.

Yang menarik, Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Joko Irwanto yang memantau aksi itu dihadiahi bantal berbentuk hati dengan tulisan “I Love You” di penghujung aksi. “Ini bentuk, bahwa kami cinta dan menyayangi polisi,” kata Eka Nada Shofa Alkhajar, Ketua Umum HMI Surakarta, saat menyerahkan bantal itu kepada Kapoltabes. “Kita seperjuangan. Jangan sampai kita diadu domba dengan warga, dengan polisi,” tuturnya.

Usai menerima tanda cinta, Kapoltabes memeluk aktivis itu. Namun orang nomor satu di jajaran Poltabes itu tidak menyampaikan pernyataan dalam aksi yang mengecam tindakan oknum polisi di Makassar tersebut, meskipun sudah diminta oleh para aktivis.

Dalam aksi simpatik sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis HMI Makassar, massa bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyatakan, unjuk rasa di halaman mapoltabes itu bukan untuk menyalahkan Polri secara institusi atas peristiwa di Makassar.

“Kami tidak menyalahkan polisi. Kami menyalahkan oknum yang melakukan tindakan perusakan. Kami tidak ingin peristiwa seperti itu terjadi di Solo. Kami menolak anarkisme. Kami menuntut pengusutan terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang sudah merusak sekretariat HMI Makassar,” teriak salah satu aktivis dalam orasinya. Aktivis lain menyebutkan, mahasiswa dan polisi mestinya bersahabat. “Polisi adalah pengayom masyarakat. Mahasiswa mengemban amanah sebagai penyambung lidah rakyat,” tandasnya.

Dalam unjuk rasa itu, HMI Surakarta menyampaikan sejumlah poin pernyataan sikap terkait peristiwa Makassar. Disampaikan Eka Nada Shofa, poin pernyataannya adalah mengutuk segala bentuk aksi represif aparat terhadap gerakan mahasiswa dan mengecam insiden anarkisme dan premanisme yang terjadi di Makassar.

“Kami menuntut kepada Kapolri agar mengusut tuntas insiden Makassar dan menindak tegas oknum yang bertanggung jawab dalam insiden itu. Kami mengajak seluruh pihak untuk menghilangkan segala bentuk arogansi,” tegasnya.

( Irfan Salafudin / CN12 )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/03/05/48578/Kapoltabes-Dihadiahi-Bantal-Cinta-

Comments (0)

Tags:

HMI Tegal Blokir Jalur Pantura

Posted on 07 March 2010 by ressay

Tegal, Cybernews. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tegal memblokir jalur pantura, tepatnya di sebelah Mapolresta Tegal, Jumat (5/3). Akibatnya, arus lalu lintas tersendat sehingga tejhadi antrean cukup panjang baik dari arah timur (Semarang) maupun arah barat (Jakarta).

Tak hanya itu, mahasiswa juga sempat terlibat aksi dorong-dorongan dengan polisi di depan Mapolresta Tegal. Mereka memaksa masuk agar bisa ketemu langsung dengan Kapolresta Tegal AKBP Drs Ahmad Husni. Untuk membubarkan massa, polisi menurunkan puluhan personel dan satuan satwa.

Aksi tersebut dilakukan para anggota HMI Tegal sebagai wujud penolakan dan kecaman atas tindakan penyerangan aparat kepolisian terhadap kantor Sekretariatan HMI Cabang Makasar. Mereka menilai, tindakan aparat kepolisian tersebut merupakan sebuah bukti pembungkaman terhadap suara mahasiswa.

Sebelumnya, massa datang ke Mapolresta Tegal dengan berjalan kaki. Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk berisikan tentang penolakan segala bentuk premanisme yang dilakukan aparat kepolisian.

Sejumlah peserta silih berganti menyampaikan orasi dan kemudian berusaha masuk ke Mapolresta. Namun, upaya tersebut dicegah anggota polisi yang telah membuat pagar betis di pintu gerbang. Akibatnya, aksi dorong-dorongan pun tak dapat dihindarkan.  Untuk menghalau massa polisi menurunkan dua ekor anjing. Tindakan, tersebut justru semakin memancing emosi para peserta aksi. Mereka sempat lari tunggang langgan untuk menghindari gigitan anjing.

Waka Polresta Tegal Kompol Basuki SPd sempat turun langsung untuk menenangkan massa dan sempat meminta sejumlah perwakilan mahasiswa masuk untuk menyampaikan aspirasinya.

Namun, permintaan tersebut tak diindahkan dan para mahasiswa kemudian bergeser ke jalur pantura. Mereka memblokir jalan sehingga arus lalu lintas tersendat. Tak berselang lama puluhan personel polisi kemudian membubarkan dan meminta untuk
kembali ke Mapolres.

Ketua HMI Tegal, Didi Kusairi mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas atas tindakan penyerangan oleh aparat kepolisian terhadap sekretariat HMI Cabang Makasar.

Oleh karena itu, sebagai wujud dukungan pihaknya menolak segala bentuk premanisme yang dilakukan aparat kepolisian dan menuntut Polri untuk bisa menjadi mitra masyarakat, menunjukkan kedewasaan dalam menangani berbagai permasalahan serta
meminta maaf kepada anggota HMI Cabang Makasar.

“Polri harus mengusut tuntas pelaku perusakan dan penyerangan terhadap kesekretariatan HMI Cabang Makasar,” tegasnya. Dia juga mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakukan anggota Polresta Tegal yang menggunakan anjing untuk mengusir mahasiswa. “Seharusnya aparat kepolisian bisa menjadi mitra masyarakat yang dapat mengayomi segala bentuk asprirasi dari masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, HMI Tegal juga menyerahkan mawar hitam kepada Kapolres sebagai wujud keprihatinan terhadap aksi premanisme dan penyerangan kantor Kesekretariatan HMI Cabang Makasar.

Kapolresta Tegal AKBP Drs Ahmad Husni mengatakan, pihaknya tidak pernah menghalang-halangi dalam upaya penyampaian aspirasi. Asalkan, hal itu dilakukan secara tertib dan teratur. Sebab, polisi merupakan mitra masyarakat. Menurut dia, selaku calon-calon pemimpin bangsa para mahasiswa seharusnya bisa menjaga situasi tetap kondusif. Ia selaku pimpinan meminta maaf kalau ada kesalahan yang telah dilakukan.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Kapolresta Tegal, massa kemudian membubarkan. Untuk menjaga ketertiban para peserta aksi kemudian diantar dengan menggunakan truk Dalmas.

( Wawan Hudiyanto / CN12 )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/03/05/48582/HMI-Tegal-Blokir-Jalur-Pantura

Comments (0)

Demo Mahasiswa HMI dan Polisi Adu Jotos Lagi

Posted on 07 March 2010 by ressay

JOGLOSEMAR – Konflik antara aktivis organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan aparat kepolisian meluas. Bentrokan antara aktivis HMI dan polisi, Jumat (5/3) malam terjadi di Jakarta. Sehari sebelumnya, Kamis (4/3) massa HMI dan polisi juga terlibat bentrok di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara di Solo, aktivis HMI mendatangi Poltabes Surakarta untuk menyatakan protes penyerangan sekretariat HMI di Makassar oleh oknum polisi. Aksi HMI mengecam kekerasan di Makassar juga digelar di gerbang kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat siang.

Bentrokan HMI dan polisi di Jakarta pecah Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB. Singgungan fisik antara HMI dan polisi terjadi sebagai lanjutan dari aksi sekitar 50 aktivis HMI yang menggelar aksi di depan KFC, Jl Cikini Raya.

Beberapa di antara mereka ada yang sengaja memblokade jalan Cikini. Sebelum bentrokan terjadi, dari arah massa HMI terlontar kecaman yang ditujukan kepada polisi. Massa HMI lalu mendorong barisan polisi agar mundur dan seketika itu kedua kelompok bertukar pukulan alias adu jotos. Tidak lama kemudian massa HMI menghentikan aksi dorong itu. ”Kami akan mundur kalau polisi juga mundur!” seru salah seorang di antara mereka.

Menanggapi itu barisan polisi pun mundur. Tetapi barikade tameng tidak dibongkar. Beberapa saat kemudian terlihat personel polisi tambahan tiba di lokasi. Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, aparat kepolisian mundur sekitar 50 meter dari barikade tameng.

Mantan Ketua HMI Akbar Tandjung sempat turun tangan menenangkan massa mahasiswa. Bekas Ketua DPR itu meminta agar massa tidak lagi melakukan aksinya di jalanan. ”Saya bilang kepada mereka (HMI), aksinya di depan kantornya saja, jangan di luar arena, kalau di luar mudah terprovokasi,” ujar Akbar.

Dari Makassar, mahasiswa kembali terlibat bentrokan dengan polisi yang dibantu warga. Sebuah mobil patroli polisi yang diparkir di dekat kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) dirusak massa mahasiswa.
Mengenai tindakan ini, Kapolda Sulsel Irjen Adang Rohyana berjanji akan menindak mahasiswa yang melakukan perusakan mobil polisi.

Dari Solo, sekitar 50 aktivis HMI mendatangi Poltabes Surakarta. Setelah berada di depan lobi Poltabes Surakarta, dua orang perwakilan dari HMI ditemui oleh anggota kepolisian di ruang pertemuan. Sementara sebagian yang lain melakukan orasi di depan lobi, mereka secara bergantian. Orasi yang disuarakan oleh anggota HMI tersebut pada intinya mengutuk keras aksi anarkis oknum polisi yang telah melakukan perusakan kantor sekretariat HMI Makassar.

Menurut Ketua Umum HMI Cabang Surakarta, Eka Nada Shofa dalam rilisnya mengatakan kasus Makassar telah meninggalkan catatan kelam bagi aparat keamanan. ”Kami menuntut kepada Kapolri agar mengusut tuntas insiden Makassar dan menindak tegas oknum-oknum yang bertanggung jawab.”

Unjuk rasa mengutuk kasus Makassar juga digelar di UMS. BEM Fakultas Hukum UMS bersama HMI cabang menggelar demo dengan melakukan aksi teatrikal jalan mundur. ”Aksi ini menunjukkan mundurnya pemerintahan Indonesia sejak dipimpin oleh SBY,” ungkap Koordinator Lapangan Ardiansyah Asmara Dina. (dtc/apl/ina)

http://harianjoglosemar.com/berita/demo-mahasiswa-hmi-dan-polisi-adu-jotos-lagi-10920.html

Comments (0)

Tags:

Membongkar Kekolotan HMI

Posted on 07 March 2010 by ressay

Oleh: Eka Nada Shofa Alkhajar

Hingga saat ini, sudah puluhan kali Milad HMI 5 Februari kita lalui setiap tahunnya, tepatnya 63 tahun sejak dideklarasikannya pendirian organisasi mahasiswa tertua di Indonesia yang diprakarsai oleh Prof Lafran Pane. Sungguh menjadi sebuah harapan besar bahwa semakin tua usia suatu organisasi maka semakin siap dan tangguh pula organisasi tersebut dalam menghadapi segenap tantangan zaman yang kian mengglobal. Continue Reading

Comments (0)

Tags: , , , , ,

Kader HMI Harus Berperan Wujudkan Indonesia Bersih

Posted on 06 February 2010 by Khoiril

Mataram – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus turut berperan dalam mewujudkan Indonesia ‘bersih’. Terlebih distribusi Kader (Alumni) HMI saat ini hampir merata di setiap bidang dan level.

Hal itu ditegaskan Dr. H. Ir. Rosiady Sayuti MSi, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam, Jum’at (5/2) malam, Aula Handayani Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Dikpora) Provinsi NTB.

Karena itu pula, diakui Rosiady Sayuti, tidak sedikit alumni HMI yang sedang atau pernah menduduki posisi penting di negeri ini yang terlibat atau diduga terlibat dalam kasus korupsi. “Tapi saya yakin, jauh lebih banyak kader HMI yang berperan positif bagi masyarakat dan bangsa ini,” kata Rosiady Sayuti yang juga Kepala Bappeda Provinsi NTB itu.

Dalam rangkaian Dies Natalis/Milad HMI ke-63 kali ini, HMI Cabang Mataram menggelar beragam kegiatan. Diantara, lomba menulis opini, cerdas cermat, dan kegiatan olah raga. Peserta dari kegiatan ini adalah kader dan alumni HMI Cabang Mataram.

Ketua Harian Presidium KAHMI Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Arifin Arya Bhakti menerima langsung trophy juara bertahan sepak bola antar kader, serta alumni dan kader.

Malam puncak peringatan Dies Natalis HMI ke-63 di lingkup HMI Cabang Mataram juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan, Direktur Program S3 Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Gatot Dwi Hendro. Dalam uraiannya, Alumni HMI Komisariat Fakultas Hukum Universitas Mataram ini menekankan, pentingnya kader HMI untuk membersihkan hati dan pikirannya sebelum berperan di tengah-tengah masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan kali ini salah seorang tokoh yang merintis pendirian HMI Cabang Mataram, Drs. H. Lalu Mudjitahid (mantan Walikota Mataram dan mantan Bupati Lombok Barat), BEM Perguruan Tinggi se-Kota Mataram, kader dan alumni se Kota Mataram.

Kegiatan ini semakin semarak dengan adanya hiburan paduan suara nasyid yang dilantunkan oleh Kelompok Seni dan Budaya Mahasiswa Islam Cabang Mataram bimbingan Sanggar Semua. ***

Sumber: http://lombokpress.com/

Comments (2)

Tags: ,

Mengharapkan Datangnya Surat Himbauan PB HMI untuk Aksi Serempak di-Seluruh Indonesia – Menyikapi Kasus Cicak-Buaya

Posted on 09 November 2009 by Satria Nugraha

Kasus KPK-Kepolisian telah mendapat perhatian yang sangat besar dari masyarakat. Berbagai macam spekulasi bermunculan. Masyarakat mengambil sikap berbeda dengan Presiden (suatu hal yang sangat langka), opini telah mengkristal dan masyarakat memilih mengekspresikan sikap mereka dengan berbagai cara, namun dalam konteks yang sama yaitu penegakan hukum diatas nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

PB HMI telah memutuskan menjadi opisisi bagi pemerintah hari ini. Cabang dan Komisariat HMI di seluruh Indonesia satu-persatu turun kejalan bersama-sama dengan masyarakat untuk menyikapi kasus ini. Masyarakat mulai meragukan komitmen presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu wajar terjadi melihat SBY sejak awal memiliki kecenderungan untuk berpihak kepada kepolisian.

Continue Reading

Comments (1)

Tags: , , , , , , , , , , ,

Dualisme HMI; Antara Yasir, Sumayyah, dan Ammar bin Yasir

Posted on 02 November 2009 by ressay

Salah satu diantara banyak pertanyaan yang pasti saya dengar saat berdiskusi tentang HMI dengan mahasiswa baru ialah pertanyaan soal perpecahan HMI menjadi HMI (DIPO) dan HMI (MPO). Selalu saja pertanyaan ini mengisi ruang-ruang dialog antara mahasiswa baru dengan pengurus HMI. Dan biasanya pertanyaan tersebut disusul dengan pertanyaan lanjutan seputar siapa yang benar dan siapa yang salah (tersesat). Continue Reading

Comments (0)

Polisi Tangkapi Demonstran Anti Pelantikan SBY-Boediono di Surakarta

Posted on 21 October 2009 by ressay

TEMPO Interaktif, Surakarta - Pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono Selasa (20/10) disambut dengan dua aksi demo oleh dua kelompok mahasiswa di Surakarta. Polisi sempat menangkapi salah satu kelompok mahasiswa yang melakukan unjuk rasa karena dianggap tidak berijin.

Sebelumnya, puluhan aparat dari Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Surakarta telah berjaga di bundaran Gladak Surakarta. Tak lama kemudian, puluhan mahasiswa yang menamakan diri Forum Mahasiswa Solo Raya turun dari bus kota yang ditumpangi. Mereka membawa beberapa buah spanduk dan megaphone. Tidak menunggu lama, polisi langsung menangkap mahasiswa tersebut dan diangkut dengan sebuah truk dalmas.

“Kegiatan mereka tidak disertai ijin,” kata Kepala Satuan Intel dan Keamanan Poltabes Surakarta, Kompol Jaka Wibawa. Menurutnya, polisi tidak akan menahan para peserta aksi tersebut. “Mereka hanya dibawa ke kantor untuk didata,” kata Jaka.

Sedangkan para peserta aksi demo membantah jika kegiatan mereka tidak disertai pemberitahuan. “Kita sudah memberikan pemberitahuan secara lisan,” kata Koordinator Lapangan, Al Ikhlas Kurniawan Salam. Dirinya justru heran polisi menangkap mereka sebelum aksi demo mulai dilakukan.

Para mahasiswa gabungan beberapa kampus tersebut diangkut ke Poltabes Surakarta untuk didata. Setelah pendataan usai, mereka segera dilepas. Bukannya pulang, para mahasiswa tersebut justru kembali menggelar unjuk rasa di depan Poltabes Surakarta. Hanya saja aksi mereka tidak disertai dengan spanduk dan megaphone, karena disita oleh polisi.

Namun baru beberapa saat menggelar orasi, lagi-lagi aparat segera menangkapi para demonstran dan menaikkannya ke dalam truk dalmas. Kali ini para mahasiswa diangkut untuk dikembalikan ke Universitas Sebelas Maret Surakarta, sebagai tempat pemberangkatan mereka.

Sementara itu, puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Jawa Tengah dan Yogyakarta juga menggelar aksi di bundaran Gladak. Bedanya, aksi tersebut dibiarkan oleh polisi karena telah disertai dengan ijin.

“Aksi kami bukan untuk menolak pelantikan presiden,” kata Ketua HMI Badko Jawa Tengah dan Yogyakarta, Rahmad Winarto. Menurutnya, aksi tersebut dimaksudkan untuk mengawal janji-janji Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono selama masa kampanye. “Jika dalam 100 hari mereka tidak membuat gebrakan, kita akan kembali turun ke jalan,” katanya.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/10/20/brk,20091020-203535,id.html

Comments (0)

MEREKA ADALAH KITA

Posted on 06 October 2009 by dannur27

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Indonesia kembali dilanda bencana, jutaan orang menangis disana, ratusan orang pun meninggal di tanah sana, serta jutaan orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Kenapa kita masih diam ? kenapa kita harus berfikir untuk membantu saudara kita ? Bukan kah mereka bagian dari kita ?

Sekarang sudah saatnya kita segenap warga kabupaten Subang untuk mengulurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang ada di Padang Sumatra Barat, karena walau bagaimanapun mereka adalah saudara kita, se-Tanah Air, tanah Air Indoensia, satu Bahasa yakni Bahasa Indonesia.

Belumkah kau tergugah hati mu untuk memberI ? jangan pernah menunggu untuk memberikan bantuan, karena bantuan anda akan membantu meringankan beban mereka yang sekarang ini tengah tertimpa bencana. Ini bukan untuk siapa-siapa tapi untuk saudara kita, karena mereka adalah kita…

Mari kita bantu mereka keluar dari musibah, karena uluran tangan anda sangat berarti bagi mereka, ayo jangan tunggu lagi, sisakan sebagaian harta kita untuk mereka.

AYO AMAL YOOO, JANGAN BANYAK ALASAN !!!

AYO BANTU YOO, JANGAN SO GAK TAHU ….

DERITA MEREKA ADALAH DERITA KITA, KARENA MEREKA ADALAH KITA…

WASSALAM………

Comments (0)

Log In

Gabung Dengan Komunitas Blogger HMI di Facebook
PBHMI.Org on Facebook
Advertise Here

Bagde

Muslim Blogs - BlogCatalog Blog Directory Join My Community at MyBloglog! 6xd4eun9mf Blog Directory Add to Technorati Favorites